Langsung ke konten utama

Postingan

Tradis Lebaran ~ Percikan Majalah Gadis

Selagi memperhatikan Mama memasak, kata-kata Romi kembali terngiang di telingaku.             “Aku ingin angpau dari tetangga, bukan dari Mama,” protesnya. Mama salah, Romi bukan anak kecil lagi yang bisa dibohongi dengan memberikan uang kertas dalam amplop dan mengatakan dari tetangga. Tapi kembali, Mama tidak kehabisan akal, mungkin semangkok opor ayam akan membuat Romi tidak banyak menuntut.

Melamun ~ Percikan di Majalah Gadis

Yang sedang melamun di bangku paling ujung itu namanya Mala. Hampir setiap hari aku melihatnya melamun. Entah apa yang selalu dipikirkannya.  Seringkali guru memergokinya melamun saat jam pelajaran berlangsung, akibatnya Mala kerap mendapatkan hukuman. Aku perhatikan pandangannya tertuju pada papan tulis. Tertera sejumlah soal yang diberikan Bu Endang, guru fisika kami. Tapi Mala bukan menatap soal-soal itu, tatapanya jauh menerawang entah kemana.